HARI PANGAN SEDUNIA SEBAGAI PENGINGAT PENTINGNYA NUTRISI UNTUK IMUNITAS

Sabtu Kliwon, 16 Oktober 2021 11:54 WIB ∼ 106

Foto Berita

Segenap Kru Instalasi Gizi RSUD Panembahan Senopati Bantul. Foto by : Instalasi Gizi RSUDPS

            Kategori : Edukasi

            By : Instalasi Gizi RSUD Panembahan Senopati

Memperingati Hari Pangan Sedunia (16 Oktober 2021), mengingatkan kita kembali akan pentingnya nutrisi terlebih lagi di masa pandemi seperti saat ini. Menurut Rock CL (2004), nutrisi adalah proses dimana tubuh manusia menggunakan makanan untuk membentuk atau menghasilkan energi, mempertahankan kesehatan, membantu pertumbuhan dan untuk berlangsungnya fungsi normal setiap organ baik antara asupan nutrisi dan kebutuhan nutrisi.

Pandemi covid-19 menyebabkan beberapa perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Gizi yang baik juga sangat penting sebelum, saat, dan setelah infeksi. Infeksi menyebabkan tubuh menjadi demam, sehingga membutuhkan  tambahan energi dan zat gizi lainnya. Karena itu, menjaga pola makan yang sehat sangat penting selama pandemi covid-19. Mengonsumsi makanan dengan cara mencukupi nutrisi untuk mempertahankan pola makan gizi seimbang yang sehat sangat penting dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang baik. Untuk masa pemulihan tubuh ataupun benteng pertahanan tubuh selama beraktivitas di masa pandemi, asupan beberapa komponen nutrisi berikut juga perlu diperhatikan akan mendukung tubuh kita, yaitu EPA / asam lemak omega 3 yang bersifat immunostimulant untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh, protein untuk mengganti jaringan-jaringan tubuh yang rusak dan menguatkan jaringan otot sehingga memberikan kekuatan tubuh.

Selain itu, manfaat nutrisi diantaranya yaitu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, membantu mempertahankan berat badan, melindungi tulang dan gigi, energi dan vitalitas untuk hidup, serta memperlambat penuaan.

Nutrisi bisa diberikan dengan cara :

      1. Nutrisi Oral

  1. Karbohidrat: karbohidrat merupakan sumber energy yang penting. Asupan karbohidrat di dalam diet sebaiknya berkisar 50%-60% dari kebutuhan kalori (Setiati, 2000)
  2. Lemak: Pemberian lemak dapat mencapai 20% -40% dari total kebutuhan. Satu gram lemak menghasilkan 9 kalori. Lemak memiliki fungsi antara lain sebagai sumber energi, membantu absorbsi vitamin yang larut dalam lemak, menyediakan asam lemak esensial, membantu dan melindungi organ-organ internal, membantu regulasi suhu tubuh, dan melumasi jaringan-jaringan tubuh (Setiati, 2000).
  3. Protein (Asam Amino): kebutuhan protein adalah 0,8 gr/kgbb/hari atau kurang lebih 10% dari total kebutuhan kalori. Namun selama sakit kritis kebutuhan protein meningkat menjadi 1,2-1,5 gr/kg bb/hari.
  4. Kebutuhan micronutrient juga harus dipertimbangkan, biasanya diberikan natrium, kalium 1 mmol/kgbb, dapat ditingkatkan jika terdapat kehilangan yang berlebihan. Elektrolit lain seperti magnesium, besi, tembaga, seng dan selenium, juga dibutuhkan dalam jumlah yang lebih sedikit.

      2. Nutrisi Enteral

  1. Nutrisi enteral adalah nutrisi yang diberikan pada pasien yang tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya melalui rute oral, formula nutrisi diberikan melalui tube ke dalam lambung (gastric tube), nasogastrik tube (NGT), atau jejunum dapat secara manual maupun dengan bantuan pompa mesin (At Tock, 2007).

Selain Nutrisi Makro seperti Karbohidrat, Protein, dan Lemak, tubuh manusia juga memerlukan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral. Vitamin adalah zat esensial yang diperlukan untuk membantu kelancaran penyerapan zat gizi dan proses metabolisme tubuh. Begitu pula dengan mineral, dalam jumlah kecil beberapa mineral dibutuhkan tubuh untuk menjaga agar organ tubuh berfungsi secara normal. Peran vitamin dan mineral sebagai antioksidan inilah yang membuat vitamin dan mineral mampu memperkuat sistem daya tahan tubuh manusia (sistem imun).

Sistem kekebalan tubuh merupakan sebuah kemampuan untuk meniadakan kerja toksin dan faktor virulen yang bersifat antigenik dan imunogenik. Antigen sendiri adalah suatu bahan atau senyawa yang dapat merangsang pembentukan antibodi. Antigen dapat berupa protein, lemak, polisakarida, asam nukleat, lipopolisakarida, lipoprotein dan lain-lain. Sementara itu antigenik adalah sifat suatu senyawa yang mampu merangsang pembentukan antibodi spesifik terhadap senyawa tersebut. Jika sistem kekebalan melemah, kemampuan untuk melindungi tubuh juga berkurang, sehingga patogen, termasuk virus dapat tumbuh dan berkembang dalam tubuh. Sedangkan reaksi yang dikoordinasi sel-sel, molekul-molekul terhadap mikroba dan bahan lainnya disebut respon imun. Antioksidan adalah zat yang secara signifikan dapat menurunkan efek negatif akibat spesies yang reaktif seperti oksigen reaktif dan nitrogen reaktif yang terbentuk dalam tubuh. Beberapa vitamin dan mineral yang mempunyai peran sebagai antioksidan, diantaranya adalah vitamin A, vitamin E, vitamin C, zat besi dan zinc.

Vitamin A memiliki peran penting dalam pemeliharaan sel epitel. Sel epitel adalah salah satu jaringan tubuh yang terlibat dalam fungsi imunitas non-spesifik. Imunitas non-spesifik melibatkan pertahanan fisik seperti kulit, selaput lendir, silia saluran nafas.

Vitamin E merupakan vitamin larut lemak. Vitamin E banyak terdapat dalam membran eritrosit dan lipoprotein plasma. Tokoferol telah diketahui sebagai antioksidan yang mampu mempertahankan integritas membran sel. Kekurangan vitamin E umumnya menyerang sistem saraf, otot, pembuluh darah dan sistem reproduksi, defisiensi ini biasanya terjadi karena adanya gangguan absorbsi lemak dan gangguan transpor lipid.

Vitamin C meningkatkan fungsi imun dengan menstimulasi produksi interferon (protein yang melindungi sel dari gangguan virus). Vitamin C juga mempunyai peran dalam sintesis kolagen untuk menjaga kesehatan kulit. Kulit adalah salah satu jaringan tubuh yang berperan di dalam imunitas non spesifik. Kekurangan Vitamin C akut menyebabkan skorbut dan seseorang dengan kondisi kekurangan vitamin C dapat menurunkan kekebalan selulernya.

Zinc memegang peranan penting dalam banyak fungsi tubuh, sebagai bagian dari enzim dan sebagai kofaktor pada kegiatan lebih dari 300 enzim, proliferasi sel terutama sel mukosa. Zinc mempunyai peran yang penting dalam sintesa asam nukleat. Asam nukleat adalah senyawa esensial di dalam sel, sehingga keberadaan zinc mempunyai peranan penting di dalam fungsi imunitas seluler. Kekurangan zinc dapat berimplikasi pada penurunan ketajaman indera perasa, melambatnya penyembuhan luka, gangguan pertumbuhan, menurunnya kematangan seksual, dan gangguan homeostasis.sedangkan pada anak-anak kekurangan zinc menyebabkan gangguan pertumbuhan dan pembentukan IgG.

Zat besi juga berperan dalam imunitas dan pembentukan sel-sel limfosit. Disamping itu dua protein pengikat besi yaitu transferin dan laktoferin dapat mencegah terjadinya infeksi dengan cara memisahkan besi dari mikroorganisme, karena besi diperlukan oleh mikroorganisme untuk berkembang biak. Kekurangan besi akan berdampak pada reaksi imunitas berupa aktivitas neutrofil yang menurun, dan sebagai konsekuensinya kemampuan untuk membunuh bakteri intraseluler secara nyata menjadi terganggu.

Saat ini, Pedoman 4 Sehat Lima Sempurna sudah tidak digunakan lagi, diganti dengan Pedoman Umum Gizi Seimbang yang isinya memuat 13 pesan dasar yang diharapkan dapat digunakan masyarakat sebagai pedoman untuk mengatur makanan sehari-hari yang seimbang dan aman guna mencapai dan mempertahankan status gizi dan kesehatan yang optimal. Pesan dasar tersebut antara lain :

(1) makanlah aneka ragam makanan;

(2) makanlah makanan untuk memenuhi kecukupan energi;

(3) makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi;

(4) batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kebutuhan energi;

(5) gunakan garam beryodium;

(6) makanlah makanan sumber zat besi;

(7) berikan ASI saja kepada bayi sampai umur empat bulan;

(8) biasakan makan pagi;

(9) minumlah air bersih, aman yang cukup jumlahnya;

(10) lakukan kegiatan fisik dan olahraga secara teratur;

(11) hindari minum minuman beralkohol;

(12) makanlah makanan yang aman bagi kesehatan;

(13) bacalah label makanan yang dikemasan.

 

Marilah kita selalu meningkatkan wawasan seputar nutrisi dan aksi terhadap ketersediaan pangan serta nutrisi yang seimbang guna keberlangsungan hidup kita tetap sehat.

Semangat Hidup Sehat, dan Selamat Memperingati Hari Pangan Sedunia. Tindakan kita adalah masa depan kita- Produksi yang lebih baik, nutrisi yang lebih baik, lingkungan yang lebih baik, dan kehidupan yang lebih baik”.

 (Instalasi Gizi RSUD Panembahan Senopati).